[Culture][carousel][6]

Senin, 13 November 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan (13-17 November 2017)

Preview Rilis Fundamental Sepekan (13-17 November 2017)

Pekan ini saya perkirakan market akan lebih volatif dibanding pekan lalu. Sepekan ini ada banyak trigger yang bisa picu pergerakan market lebih besar. Mari kita lihat sekilas jadwal rilis fundamental sepekan ini. 


Selasa 14 November

Selain rilis tingkat inflasi UK, kita akan diramaikan pidato dari 4 kepala bank central ( BoJ, The Fed, Boe, ECB) di acara "The Heart Of Policy", acara ini akan membahas mengenai kebijakan kebijakan bank central. Se power apakah kebijakan kebijakan bank central selama ini, bagaimana peran penting kebijakan bank central dalam hal atasi banyak sektor kehidupan (Ekonomi dll). 
Isi pernyataan dari masing masing ketua bank central berpotensi akan menggerakkan market. Sebaiknya anda pantau jam rilis pidato, dan akan makan durasi panjang karena akan bergantian pidato. 

Rabu 15 November 2017 :

Hari rabu rilis sektor tenaga kerja UK akan dirilis, gaji, tingkat pengangguran. Rilis ini akan berpotensi memberikan pergerakan besar ke mata uang GBP. 

Juga pada sesi Amerika, Amerika akan merilis tingkat inflasi dan rilis sektor retail sales. Rilis tingkat inflasi ini akan dipantau oleh pelaku pasar, karena pelaku pasar akan memakai data inflasi untuk melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang. 

Kamis 16 November 2017 :

 Australia akan merilis tingkat tenaga kerja dan juga UK akan merilis sektor retail sales dan pidato Ketua Bank Central Of England. 


Jumat 17 November 2017 :

Akan ada pidato dari ketua bank central eropa (ECB) dan rilis tingkat inflasi Canada.. 

Salam By LabForex

Senin, 06 November 2017

Preview Rilis Sepekan 6-10 November 2017

Preview Rilis Sepekan 6-10 November 2017

Pekan ini giliran Bank Central RBA dan RBNZ yang akan merilis suku bunga, setelah pekan sebelumnya The Fed, BoE, ECB, BoJ, sudah merilis suku bunga. Dan hanya BoE yang mengubah suku bunganya (Naik). 

 Mari kita cek kalender rilis sepekan ini pada gambar di bawah ini. 




Senin 6 November 2017

Saat update tulisan ini kebetulan sudah ada yang rilis.. Hasil rilis ekspektasi tingkat inflasi New Zealand dirilis turun ke 2% dari sebelumnya 2.1%. Ekspektasi inflasi yang turun menggambarkan ketidakmampuan. Hasil rilis ini memberikan dampak pelemahan pada mata uang NZD.

Pidato gubernur BoJ, pak Kuroda menyebut masih akan fokus mencapai target inflasi 2%. Menurut saya BoJ masih akan menginginkan adanya pelemahan mata uang JPY, sampai target Inflasi tercapai nantinya..

Selasa 7 November 2017


Bank Central Australia RBA akan merilis suku bunga pada pagi selasa. Saya perkirakan suku bunga RBA masih akan tetap dipertahankan pada level 1.50% ( belum berubah dalam 1 tahun terakhir). 
Tingkat inflasi tahunan Australia rilis terakhir berada di 1.8% turun dari dua rilis sebelumnya sempat menyentuh 2.1%. Turunnya tingkat inflasi ini tidak akan memaksa bank Central Australia untuk menaikkan suku bunga, mengingat target inflasi yang hampir tercapai dirilis sebelumnya. 
Jadi besar kemungkinan suku bunga masih akan tetap 1.50% dan kebijakan lain juga tidak akan berubah. Untuk mencapai target inflasi diatas 2% maka mata uang AUD akan diusahakan melemah oleh RBA. Jadi dampak rilis suku bunga RBA ini nantinya kemungkinan akan memberikan dampak pelemahan pada mata uang Australia. 

Pada hari selasa ketua bank central Eropa Mario Draghi akan pidato pada acara forum perbankan di German. Tidak dalam kondisi mengambil keputusan, tetapi pernyataan pernyataan yang bisa dikaitkan ke kondisi kebijakan dan pasar bisa saja memberi pergerakan pada market nantinya. 

Rabu 8 November 2017

Hari Rabu dinihari bank central Canada dan ketua The Fed juga akan pidato tetapi sama dengan kondisi Mario draghi, tidak dalam kondisi mengambil keputusan jadi dampak ke market bisa ada bisa sama sekali tidak ada. 

Kemungkinan pelaku pasar menanti tanggapan ibu Janet Yellen ketua The Fed saat ini mengenai pemilihan ketua The Fed selanjutnya, seperti yang kita ketahui Presiden Trump mengajukan nama Jerome Powell untuk ketua The Fed selanjutnya, tinggal menunggu proses di senat, setuju atau tidak. 

Kamis 9 November 2017

Bank Central New Zealand akan merilis suku bunga pada kamis pagi buta, saya juga prediksi suku bunga masih tidak akan berubah, akan dipertahankan pada level 1,75%. 
Tingkat inflasi yang sudah mendekati 2% tetapi trade balance New Zealand dua rilis terakhir defisit besar, kemungkinan penerapan menaikan suku bunga akan semakin menyakiti sektor Ekspor Impor New Zealand. 

Pelemahan mata uang NZD saya perkirakan akan berlanjut dan ini sangat bangus untuk New Zealand sendiri untuk memperbaiki sektor ekspor mereka yang defisit. Kenaikan suku bunga akan kita bahas jika nantinya tingkat inflasinya sudah mencapai target, (target diatas 2%). Dampak rilis suku bunga New Zealand kemungkinan akan berujung pelemahan pada NZD, kecuali bank central menaikkan suku bunga. 

Masih di hari kamis, China juga akan merilis tingkat inflasi. Hasil rilis yang lebih tinggi akan memberikan dampak positif pada mata uang AUD dan NZD.. Begitu juga sebaliknya. 

Jumat 10 November 2017

Rilis kebijakan moneter bank central Australia (RBA) versi lengkap. Termasuk didalamnya penjelasan keputusan suku bunga yang dirilis beberapa hari sebelumnya dan juga kebijakan moneter lainnya akan dirilis secara full dan detail. Dampaknya kemungkinan hampir sama dengan dampak saat rilisi suku bunga beberapa hari sebelumnya. 

Salam By LabForex

Senin, 30 Oktober 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan 30 Oktober - 3 November 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan 30 Oktober - 3 November 2017

Pekan ini kita akan disibukkan kembali dengan rilis data fundamental yang kemungkinan besar akan menjadi trigger pergerakan di market.. Setidaknya ada 4 event rilis yang saya perkirakan akan memberi gerakan besar ke market dalam sepekan ini. 

Mari kita lihat jadwal rilis sepekan kedepan dalam gambar di bawah ini : 



Selasa 31 Oktober 2017

- Rilis Suku Bunga Bank Of Japan (BoJ). 
Selasa nanti BoJ akan merilis suku bunga kembali, diperkirakan suku bunga masih akan tetap tidak berubah pada level -0.10%. Walau tingkat inflasi Japan mengalami kenaikan (rilis terakhir 0.7%), tapi tingkat inflasi tersebut masih jauh dari target yaitu 2%. 

Jadi belum tepat untuk menaikkan suku bunga saat ini, pelonggaran kebijakan masih akan terus berlanjut sampai tingkat inflasi tercapai melebihi target. Di FF tercatat rilis suku bunga tentative tapi kemungkinan akan dirilis pukul 09.00 wib pagi hari. 

- Rilis Tingkat GDP Canada

Kamis 2 November 2017

Kamis dinihari The Fed dijadwalkan akan merilis suku bunga. Diprediksikan suku bunga akan dirilis tetap pada level 1.25%. Para analisis prediksi rencana kenaikan suku bunga The Fed peluang besarnya dilakukan pada Desember 2017 nanti.

Tetapi perlu kita perhatikan juga kejutan bisa saja terjadi, melihat data Inflasi Amerika yang kembali naik dimana rilis terakhir berada di 2,2%. Menaikkan suku bunga dari kaca mata Inflasi yang sudah 2,2% juga menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi The Fed.

- Rilis Suku Bunga Bank Central England (BoE)
Kamis Malam waktu Indonesia BoE juga akan merilis suku bunga. Diperkirakan suku bunga akan dinaikkan ke 0.50%. Melihat data inflasi yang sudah menyentuh 3%, pilihan tepat saat ini adalah dengan mengambil kebijakan ketat seperti menaikkan suku bunga atau menarik stimulus (Tapering). 


Jumat 3 November 2017

- Rilis tenaga kerja Canada dan Amerika.
Setelah sebelumnya tenaga kerja baru Amerika dirilis minus, diperkirakan hasil rilis jumat ini akan berakhir positif (NFP). 

Salam By LabForex





Kamis, 14 September 2017

Cara Prediksi Rilis CPI Inflation

Cara Prediksi Rilis CPI Inflation

Di negara maju tingkat inflasi bisa dianggap sebagai daya beli konsumen. Selain Naiknya harga harga disebabkan oleh banyak sedikitnya permintaan harga juga barang dan jasa juga bisa dipengaruhi oleh kurs mata uang negara tersebut, sehingga nantinya akan pengaruhi daya beli konsumen. Simple nya harga barang dan jasa turun biasanya akan menaikkan daya beli dan sebaliknya jika harga barang dan jasa naik biasanya akan menurunkan daya beli konsumen. 

Di kesempatan ini saya akan share bagaimana prediksi perkiraan hasil rilis CPI atau inflasi dengan menggunakan pergerakan kurs. 

Pergerakan kurs yang kita analisa adalah pergerakan sejak terakhir rilis CPI sampai hari rilis. Misal hari ini rilis CPI Amerika, tanggal 14 September 2017, rilis sebelumnya 11 Agustus 2017. Berarti kita harus cek kurs USD sejak tanggal 11 Agustus sampai 13 Agustus 2017. 



Terlihat di chart Index USD lebih ke arah melemah sejak 11 Agustus..Asumsi saya adalah dengan melemahnya USD ini akan membuat barang dan jasa Amerika akan turun, turunnya harga barang dan jasa ini tentunya akan menaikkan jumlah permintaan dari konsumen. 



Dan hasil rilis hari ini CPI atau inflasi Amerika dirilis naik...Dengan bisa prediksi hasil rilis sebelum rilis kita bisa manfaatkan trading open posisi 1 menit sebelum rilis jadi kita bisa dapatkan pergerakan harga yang besar alias tidak ketinggalan .

Salam by LabForex


Senin, 28 Agustus 2017

Senin, 21 Agustus 2017

JAPANESE ECONOMIC REVIEW

JAPANESE ECONOMIC REVIEW

By : Midun Anthoni Banjarnahor

Jepang merupakan salah negara Asia yang ekonominya sudah di akui dunia. Menjadi negara yang dipercaya sebagai salah satu tempat untuk investasi yang aman ( Safe Haven) membuat Jepang menjadi Negara maju yang mempengaruhi perekonomian dunia. Salah satu alasannya adalah pasca Perang Dunia II , dimana negeri tersebut menjadi antah berantah namun dalam waktu yang singkat bisa bangkit, menjadi penguasa pasar Telekomunikasi, Mesin ,Elektronika dan Robotika. Namun letak geografis Jepang yang merupakan negara kepulauan terdiri dari banyak gunung merapi aktif. Kondisi tersebut tentu memiliki sisi negatif yaitu sangat rentan terjadi Bencana Alam baik gempa bumi maupun Tsunami sehingga kondisi tersebut juga cenderung akan mempengaruhi ekonomi jepang.




Kita lihat ekonomi jepang 2 Bulan terkahir sampai pada saat ini terlihat inflasi yang masih stagnan, trade balance yang masih surplus namun sedikit menurun , GDP yang Meningkat lumayan pesat dan industri manufaktur yang masih ekspansif namun terlihat mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut sebenarnya diharapkan mata uang YEN mengalami pelemahan sehingga bisa memacu kenaikan inflasi, meningkatkan tradebalance agar semakin surplus dan gpd yang meningkat. Terlihat keanehan yang terjadi dimana GDP meningkat namun inflasi yang stagnan menandakan ada sesuatu yang tidak sehat di Jepang. Kebutuhan hidup yang tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang menyebabkan kondisi stagflasi.

Mata uang Yen terlihat mengalami penguatan di 2 bulan terakhir yang disebabkan oleh issue geopolitik antara Amerika dengan Korea Utara yang tidak menentu. Kondisi yang sempat memanas membuat investor takut untuk menetapkan dana di Amerika yang dikenal sebagai negara super powernya dan cenderung akan beralih ke negara negara safe Haven yang salah satunya adalah jepang. Di kondisi ini menjadi hal yang sangat tidak mengenakkan bagi jepang dimana penguatan mata uang ini akan menjadi tekanan bagi ekonomi Jepang. Penguatan tersebut kembali akan menekan inflasi, bisa merusak GDP yang sudah meningkat pesat dan kondisi ekspor yang akan dirugikan karena penguatan ini akan mengurangi ekspor jepang. Namun sungguh tidak mungkin jepang menolak investor masuk ke negara tersebut karena jika demikian sama halnya jepang menolak kerjasama dengan negara lain.
Yang diharapkan di masa depan adalah Issue Perang  antara Amerika dan Korea dapat diselesaikan secara negosiasi tanpa menyakiti salah satu pihak. Dengan kondisi tersebut maka JPY cenderung akan kembali lepas dari tekanan akibat  penguatan mata uang dan bisa melanjutkan plan mereka kedepannya untuk mencapai target inflasi 2%. Solusi lain yang saya lihat adalah dengan menambahkan kembali stimulus ke pasar dengan tujuan pelemahan mata uang YEN.
Jika nanti USD menguat baik itu dengan gagalnya perang antara Amerika dan Korea Utara , maupun kenaikan Suku bunga yang rencananya akan dilakukan oleh The FED maka jangka panjang YEN akan kembali melemah ke angka 114, 115 bahkan ke 120.
Namun Andai perang terjadi , atau USD kembali melemah dengan gagalnya kenaikan suku bunganya maka kemungkinan pegerakan penguatan jepang akan menuju ke angka 108, 104, bahkan ke angka 100.

*
Garis hijau adalah Resistance maupun target pergerakan harga
Garis Hijau adalah Support maupun target pergerakan harga



REKOMENDASI BROKER KLIK GAMBAR DIBAWAH