Senin, 21 Agustus 2017

JAPANESE ECONOMIC REVIEW

By : Midun Anthoni Banjarnahor

Jepang merupakan salah negara Asia yang ekonominya sudah di akui dunia. Menjadi negara yang dipercaya sebagai salah satu tempat untuk investasi yang aman ( Safe Haven) membuat Jepang menjadi Negara maju yang mempengaruhi perekonomian dunia. Salah satu alasannya adalah pasca Perang Dunia II , dimana negeri tersebut menjadi antah berantah namun dalam waktu yang singkat bisa bangkit, menjadi penguasa pasar Telekomunikasi, Mesin ,Elektronika dan Robotika. Namun letak geografis Jepang yang merupakan negara kepulauan terdiri dari banyak gunung merapi aktif. Kondisi tersebut tentu memiliki sisi negatif yaitu sangat rentan terjadi Bencana Alam baik gempa bumi maupun Tsunami sehingga kondisi tersebut juga cenderung akan mempengaruhi ekonomi jepang.




Kita lihat ekonomi jepang 2 Bulan terkahir sampai pada saat ini terlihat inflasi yang masih stagnan, trade balance yang masih surplus namun sedikit menurun , GDP yang Meningkat lumayan pesat dan industri manufaktur yang masih ekspansif namun terlihat mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut sebenarnya diharapkan mata uang YEN mengalami pelemahan sehingga bisa memacu kenaikan inflasi, meningkatkan tradebalance agar semakin surplus dan gpd yang meningkat. Terlihat keanehan yang terjadi dimana GDP meningkat namun inflasi yang stagnan menandakan ada sesuatu yang tidak sehat di Jepang. Kebutuhan hidup yang tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang menyebabkan kondisi stagflasi.

Mata uang Yen terlihat mengalami penguatan di 2 bulan terakhir yang disebabkan oleh issue geopolitik antara Amerika dengan Korea Utara yang tidak menentu. Kondisi yang sempat memanas membuat investor takut untuk menetapkan dana di Amerika yang dikenal sebagai negara super powernya dan cenderung akan beralih ke negara negara safe Haven yang salah satunya adalah jepang. Di kondisi ini menjadi hal yang sangat tidak mengenakkan bagi jepang dimana penguatan mata uang ini akan menjadi tekanan bagi ekonomi Jepang. Penguatan tersebut kembali akan menekan inflasi, bisa merusak GDP yang sudah meningkat pesat dan kondisi ekspor yang akan dirugikan karena penguatan ini akan mengurangi ekspor jepang. Namun sungguh tidak mungkin jepang menolak investor masuk ke negara tersebut karena jika demikian sama halnya jepang menolak kerjasama dengan negara lain.
Yang diharapkan di masa depan adalah Issue Perang  antara Amerika dan Korea dapat diselesaikan secara negosiasi tanpa menyakiti salah satu pihak. Dengan kondisi tersebut maka JPY cenderung akan kembali lepas dari tekanan akibat  penguatan mata uang dan bisa melanjutkan plan mereka kedepannya untuk mencapai target inflasi 2%. Solusi lain yang saya lihat adalah dengan menambahkan kembali stimulus ke pasar dengan tujuan pelemahan mata uang YEN.
Jika nanti USD menguat baik itu dengan gagalnya perang antara Amerika dan Korea Utara , maupun kenaikan Suku bunga yang rencananya akan dilakukan oleh The FED maka jangka panjang YEN akan kembali melemah ke angka 114, 115 bahkan ke 120.
Namun Andai perang terjadi , atau USD kembali melemah dengan gagalnya kenaikan suku bunganya maka kemungkinan pegerakan penguatan jepang akan menuju ke angka 108, 104, bahkan ke angka 100.

*
Garis hijau adalah Resistance maupun target pergerakan harga
Garis Hijau adalah Support maupun target pergerakan harga




SHARE THIS

Author:

0 comments:

REKOMENDASI BROKER KLIK GAMBAR DIBAWAH