Senin, 06 November 2017

Preview Rilis Sepekan 6-10 November 2017

Pekan ini giliran Bank Central RBA dan RBNZ yang akan merilis suku bunga, setelah pekan sebelumnya The Fed, BoE, ECB, BoJ, sudah merilis suku bunga. Dan hanya BoE yang mengubah suku bunganya (Naik). 

 Mari kita cek kalender rilis sepekan ini pada gambar di bawah ini. 




Senin 6 November 2017

Saat update tulisan ini kebetulan sudah ada yang rilis.. Hasil rilis ekspektasi tingkat inflasi New Zealand dirilis turun ke 2% dari sebelumnya 2.1%. Ekspektasi inflasi yang turun menggambarkan ketidakmampuan. Hasil rilis ini memberikan dampak pelemahan pada mata uang NZD.

Pidato gubernur BoJ, pak Kuroda menyebut masih akan fokus mencapai target inflasi 2%. Menurut saya BoJ masih akan menginginkan adanya pelemahan mata uang JPY, sampai target Inflasi tercapai nantinya..

Selasa 7 November 2017


Bank Central Australia RBA akan merilis suku bunga pada pagi selasa. Saya perkirakan suku bunga RBA masih akan tetap dipertahankan pada level 1.50% ( belum berubah dalam 1 tahun terakhir). 
Tingkat inflasi tahunan Australia rilis terakhir berada di 1.8% turun dari dua rilis sebelumnya sempat menyentuh 2.1%. Turunnya tingkat inflasi ini tidak akan memaksa bank Central Australia untuk menaikkan suku bunga, mengingat target inflasi yang hampir tercapai dirilis sebelumnya. 
Jadi besar kemungkinan suku bunga masih akan tetap 1.50% dan kebijakan lain juga tidak akan berubah. Untuk mencapai target inflasi diatas 2% maka mata uang AUD akan diusahakan melemah oleh RBA. Jadi dampak rilis suku bunga RBA ini nantinya kemungkinan akan memberikan dampak pelemahan pada mata uang Australia. 

Pada hari selasa ketua bank central Eropa Mario Draghi akan pidato pada acara forum perbankan di German. Tidak dalam kondisi mengambil keputusan, tetapi pernyataan pernyataan yang bisa dikaitkan ke kondisi kebijakan dan pasar bisa saja memberi pergerakan pada market nantinya. 

Rabu 8 November 2017

Hari Rabu dinihari bank central Canada dan ketua The Fed juga akan pidato tetapi sama dengan kondisi Mario draghi, tidak dalam kondisi mengambil keputusan jadi dampak ke market bisa ada bisa sama sekali tidak ada. 

Kemungkinan pelaku pasar menanti tanggapan ibu Janet Yellen ketua The Fed saat ini mengenai pemilihan ketua The Fed selanjutnya, seperti yang kita ketahui Presiden Trump mengajukan nama Jerome Powell untuk ketua The Fed selanjutnya, tinggal menunggu proses di senat, setuju atau tidak. 

Kamis 9 November 2017

Bank Central New Zealand akan merilis suku bunga pada kamis pagi buta, saya juga prediksi suku bunga masih tidak akan berubah, akan dipertahankan pada level 1,75%. 
Tingkat inflasi yang sudah mendekati 2% tetapi trade balance New Zealand dua rilis terakhir defisit besar, kemungkinan penerapan menaikan suku bunga akan semakin menyakiti sektor Ekspor Impor New Zealand. 

Pelemahan mata uang NZD saya perkirakan akan berlanjut dan ini sangat bangus untuk New Zealand sendiri untuk memperbaiki sektor ekspor mereka yang defisit. Kenaikan suku bunga akan kita bahas jika nantinya tingkat inflasinya sudah mencapai target, (target diatas 2%). Dampak rilis suku bunga New Zealand kemungkinan akan berujung pelemahan pada NZD, kecuali bank central menaikkan suku bunga. 

Masih di hari kamis, China juga akan merilis tingkat inflasi. Hasil rilis yang lebih tinggi akan memberikan dampak positif pada mata uang AUD dan NZD.. Begitu juga sebaliknya. 

Jumat 10 November 2017

Rilis kebijakan moneter bank central Australia (RBA) versi lengkap. Termasuk didalamnya penjelasan keputusan suku bunga yang dirilis beberapa hari sebelumnya dan juga kebijakan moneter lainnya akan dirilis secara full dan detail. Dampaknya kemungkinan hampir sama dengan dampak saat rilisi suku bunga beberapa hari sebelumnya. 

Salam By LabForex

SHARE THIS

Author:

0 comments:

REKOMENDASI BROKER KLIK GAMBAR DIBAWAH