Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisa. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 November 2017

Preview rilis Fundamental Sepekan 20-24 November 2017

Preview rilis Fundamental Sepekan 20-24 November 2017


Senin 20 November 2017

Ketua bank central Europe Maria Draghi akan melakukan testimoni tahap pertama di depan parlemen Europe. Draghi akan menyampaikan kebijakan ekonomi dan kebijakan moneter yang selama ini bank central Europe ( ECB ) terapkan. Juga bagaimana dampak saat ini atas kebijakan kebijakan yang diterapkan. 

Ketua ECB Mario Draghi juga akan melanjutkan testimoni tahap ke dua di depan para parlemen Europe ( Semacam DPR nya Indonesia). Mario Draghi akan menyampaikan mengenai sistem resiko kebijakan moneter. 

Nada yang dominan Hawkish dari isi testimoni Draghi akan memberi dampak penguatan pada mata uang Euro dan sebaliknya nada yang dominan Dovish akan memberi dampak pelemahan pada mata uang Euro. 

Selasa 21 November 2017

Ada rilis monetary meeting policy minutes dari bank central Australia ( RBA ). Ini adalah rilis versi lengkap mengenai kebijakan yang diambil oleh bank central Australia pada rilis sebelumnya ( bisa dicek pada rilis suku bunga terakhir ). Jadi rilis ini hanya bersifat rilis ulangan yang isinya sudah diketahui pada rilis sebelumnya ( Semacam hasil rekap rapat, tapi poin2 penting hasil rapat sudah disampaikan ke publik), hanya saja rilis ini bersifat lebih detail. Tapi poin poin utamanya sudah diketahui, jadi dampak pergerakan ke mata uang AUD tidak akan sebesar saat rilis suku bunga/kebijakan. 

Pada tempat yang lain Gubernur bank central Australia Philip Lowe akan berpidato pada acara tahunan rutin forum ekonomi Australia. 

Pada petang selasa, para pejabat bank central Inggris ( BoE ) akan memberikan laporan di depan parlemen Inggris , BoE akan menyampaikan mengenai ekonomi Inggris, Inflasi, dll pada saat kondisi sekarang dan akan dikaitkan akan kebijakan yang BoE terapkan selama ini. Tentunya laporan yang bagus bagus akan memberikan dampak penguatan bagi mata uang GBP, dan sebaliknya berlaku.

Rabu 22 November 2017

Ketua The Fed Janet yellen akan berpartisipasi dalam diskusi forum yang diadakan di universitas stern New York dalam acara Mevryn King. Tidak terlalu banyak yang diharapkan dari kalimat kalimat Yellen yang bisa menggerakkan market. Kecuali jika peserta diskusi ada yang bertanya mengenai kebijakan kebijakan yang diambil oleh The Fed. 

Pada hari rabu , pemerintah Inggris akan menyampaikan RAPBN untuk periode tahun depan. 

Kamis 23 November 2017

Rilis FOMC Meeting Minutes.. Rilis hasil rekapan kebijakan pada rilis suku bunga sebelumnya. Sama seperti penjelasan rilis monetary policy Australia diatas.

Rilis Retail Sales New Zealand dan Canada. 

Jumat 24 November 2017

Sepi rilis

Salam By Labforex

Senin, 13 November 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan (13-17 November 2017)

Preview Rilis Fundamental Sepekan (13-17 November 2017)

Pekan ini saya perkirakan market akan lebih volatif dibanding pekan lalu. Sepekan ini ada banyak trigger yang bisa picu pergerakan market lebih besar. Mari kita lihat sekilas jadwal rilis fundamental sepekan ini. 


Selasa 14 November

Selain rilis tingkat inflasi UK, kita akan diramaikan pidato dari 4 kepala bank central ( BoJ, The Fed, Boe, ECB) di acara "The Heart Of Policy", acara ini akan membahas mengenai kebijakan kebijakan bank central. Se power apakah kebijakan kebijakan bank central selama ini, bagaimana peran penting kebijakan bank central dalam hal atasi banyak sektor kehidupan (Ekonomi dll). 
Isi pernyataan dari masing masing ketua bank central berpotensi akan menggerakkan market. Sebaiknya anda pantau jam rilis pidato, dan akan makan durasi panjang karena akan bergantian pidato. 

Rabu 15 November 2017 :

Hari rabu rilis sektor tenaga kerja UK akan dirilis, gaji, tingkat pengangguran. Rilis ini akan berpotensi memberikan pergerakan besar ke mata uang GBP. 

Juga pada sesi Amerika, Amerika akan merilis tingkat inflasi dan rilis sektor retail sales. Rilis tingkat inflasi ini akan dipantau oleh pelaku pasar, karena pelaku pasar akan memakai data inflasi untuk melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan Desember mendatang. 

Kamis 16 November 2017 :

 Australia akan merilis tingkat tenaga kerja dan juga UK akan merilis sektor retail sales dan pidato Ketua Bank Central Of England. 


Jumat 17 November 2017 :

Akan ada pidato dari ketua bank central eropa (ECB) dan rilis tingkat inflasi Canada.. 

Salam By LabForex

Senin, 06 November 2017

Preview Rilis Sepekan 6-10 November 2017

Preview Rilis Sepekan 6-10 November 2017

Pekan ini giliran Bank Central RBA dan RBNZ yang akan merilis suku bunga, setelah pekan sebelumnya The Fed, BoE, ECB, BoJ, sudah merilis suku bunga. Dan hanya BoE yang mengubah suku bunganya (Naik). 

 Mari kita cek kalender rilis sepekan ini pada gambar di bawah ini. 




Senin 6 November 2017

Saat update tulisan ini kebetulan sudah ada yang rilis.. Hasil rilis ekspektasi tingkat inflasi New Zealand dirilis turun ke 2% dari sebelumnya 2.1%. Ekspektasi inflasi yang turun menggambarkan ketidakmampuan. Hasil rilis ini memberikan dampak pelemahan pada mata uang NZD.

Pidato gubernur BoJ, pak Kuroda menyebut masih akan fokus mencapai target inflasi 2%. Menurut saya BoJ masih akan menginginkan adanya pelemahan mata uang JPY, sampai target Inflasi tercapai nantinya..

Selasa 7 November 2017


Bank Central Australia RBA akan merilis suku bunga pada pagi selasa. Saya perkirakan suku bunga RBA masih akan tetap dipertahankan pada level 1.50% ( belum berubah dalam 1 tahun terakhir). 
Tingkat inflasi tahunan Australia rilis terakhir berada di 1.8% turun dari dua rilis sebelumnya sempat menyentuh 2.1%. Turunnya tingkat inflasi ini tidak akan memaksa bank Central Australia untuk menaikkan suku bunga, mengingat target inflasi yang hampir tercapai dirilis sebelumnya. 
Jadi besar kemungkinan suku bunga masih akan tetap 1.50% dan kebijakan lain juga tidak akan berubah. Untuk mencapai target inflasi diatas 2% maka mata uang AUD akan diusahakan melemah oleh RBA. Jadi dampak rilis suku bunga RBA ini nantinya kemungkinan akan memberikan dampak pelemahan pada mata uang Australia. 

Pada hari selasa ketua bank central Eropa Mario Draghi akan pidato pada acara forum perbankan di German. Tidak dalam kondisi mengambil keputusan, tetapi pernyataan pernyataan yang bisa dikaitkan ke kondisi kebijakan dan pasar bisa saja memberi pergerakan pada market nantinya. 

Rabu 8 November 2017

Hari Rabu dinihari bank central Canada dan ketua The Fed juga akan pidato tetapi sama dengan kondisi Mario draghi, tidak dalam kondisi mengambil keputusan jadi dampak ke market bisa ada bisa sama sekali tidak ada. 

Kemungkinan pelaku pasar menanti tanggapan ibu Janet Yellen ketua The Fed saat ini mengenai pemilihan ketua The Fed selanjutnya, seperti yang kita ketahui Presiden Trump mengajukan nama Jerome Powell untuk ketua The Fed selanjutnya, tinggal menunggu proses di senat, setuju atau tidak. 

Kamis 9 November 2017

Bank Central New Zealand akan merilis suku bunga pada kamis pagi buta, saya juga prediksi suku bunga masih tidak akan berubah, akan dipertahankan pada level 1,75%. 
Tingkat inflasi yang sudah mendekati 2% tetapi trade balance New Zealand dua rilis terakhir defisit besar, kemungkinan penerapan menaikan suku bunga akan semakin menyakiti sektor Ekspor Impor New Zealand. 

Pelemahan mata uang NZD saya perkirakan akan berlanjut dan ini sangat bangus untuk New Zealand sendiri untuk memperbaiki sektor ekspor mereka yang defisit. Kenaikan suku bunga akan kita bahas jika nantinya tingkat inflasinya sudah mencapai target, (target diatas 2%). Dampak rilis suku bunga New Zealand kemungkinan akan berujung pelemahan pada NZD, kecuali bank central menaikkan suku bunga. 

Masih di hari kamis, China juga akan merilis tingkat inflasi. Hasil rilis yang lebih tinggi akan memberikan dampak positif pada mata uang AUD dan NZD.. Begitu juga sebaliknya. 

Jumat 10 November 2017

Rilis kebijakan moneter bank central Australia (RBA) versi lengkap. Termasuk didalamnya penjelasan keputusan suku bunga yang dirilis beberapa hari sebelumnya dan juga kebijakan moneter lainnya akan dirilis secara full dan detail. Dampaknya kemungkinan hampir sama dengan dampak saat rilisi suku bunga beberapa hari sebelumnya. 

Salam By LabForex

Senin, 30 Oktober 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan 30 Oktober - 3 November 2017

Preview Rilis Fundamental Sepekan 30 Oktober - 3 November 2017

Pekan ini kita akan disibukkan kembali dengan rilis data fundamental yang kemungkinan besar akan menjadi trigger pergerakan di market.. Setidaknya ada 4 event rilis yang saya perkirakan akan memberi gerakan besar ke market dalam sepekan ini. 

Mari kita lihat jadwal rilis sepekan kedepan dalam gambar di bawah ini : 



Selasa 31 Oktober 2017

- Rilis Suku Bunga Bank Of Japan (BoJ). 
Selasa nanti BoJ akan merilis suku bunga kembali, diperkirakan suku bunga masih akan tetap tidak berubah pada level -0.10%. Walau tingkat inflasi Japan mengalami kenaikan (rilis terakhir 0.7%), tapi tingkat inflasi tersebut masih jauh dari target yaitu 2%. 

Jadi belum tepat untuk menaikkan suku bunga saat ini, pelonggaran kebijakan masih akan terus berlanjut sampai tingkat inflasi tercapai melebihi target. Di FF tercatat rilis suku bunga tentative tapi kemungkinan akan dirilis pukul 09.00 wib pagi hari. 

- Rilis Tingkat GDP Canada

Kamis 2 November 2017

Kamis dinihari The Fed dijadwalkan akan merilis suku bunga. Diprediksikan suku bunga akan dirilis tetap pada level 1.25%. Para analisis prediksi rencana kenaikan suku bunga The Fed peluang besarnya dilakukan pada Desember 2017 nanti.

Tetapi perlu kita perhatikan juga kejutan bisa saja terjadi, melihat data Inflasi Amerika yang kembali naik dimana rilis terakhir berada di 2,2%. Menaikkan suku bunga dari kaca mata Inflasi yang sudah 2,2% juga menjadi sebuah pilihan yang tepat bagi The Fed.

- Rilis Suku Bunga Bank Central England (BoE)
Kamis Malam waktu Indonesia BoE juga akan merilis suku bunga. Diperkirakan suku bunga akan dinaikkan ke 0.50%. Melihat data inflasi yang sudah menyentuh 3%, pilihan tepat saat ini adalah dengan mengambil kebijakan ketat seperti menaikkan suku bunga atau menarik stimulus (Tapering). 


Jumat 3 November 2017

- Rilis tenaga kerja Canada dan Amerika.
Setelah sebelumnya tenaga kerja baru Amerika dirilis minus, diperkirakan hasil rilis jumat ini akan berakhir positif (NFP). 

Salam By LabForex





Senin, 28 Agustus 2017

Senin, 21 Agustus 2017

JAPANESE ECONOMIC REVIEW

JAPANESE ECONOMIC REVIEW

By : Midun Anthoni Banjarnahor

Jepang merupakan salah negara Asia yang ekonominya sudah di akui dunia. Menjadi negara yang dipercaya sebagai salah satu tempat untuk investasi yang aman ( Safe Haven) membuat Jepang menjadi Negara maju yang mempengaruhi perekonomian dunia. Salah satu alasannya adalah pasca Perang Dunia II , dimana negeri tersebut menjadi antah berantah namun dalam waktu yang singkat bisa bangkit, menjadi penguasa pasar Telekomunikasi, Mesin ,Elektronika dan Robotika. Namun letak geografis Jepang yang merupakan negara kepulauan terdiri dari banyak gunung merapi aktif. Kondisi tersebut tentu memiliki sisi negatif yaitu sangat rentan terjadi Bencana Alam baik gempa bumi maupun Tsunami sehingga kondisi tersebut juga cenderung akan mempengaruhi ekonomi jepang.




Kita lihat ekonomi jepang 2 Bulan terkahir sampai pada saat ini terlihat inflasi yang masih stagnan, trade balance yang masih surplus namun sedikit menurun , GDP yang Meningkat lumayan pesat dan industri manufaktur yang masih ekspansif namun terlihat mengalami penurunan. Dalam kondisi tersebut sebenarnya diharapkan mata uang YEN mengalami pelemahan sehingga bisa memacu kenaikan inflasi, meningkatkan tradebalance agar semakin surplus dan gpd yang meningkat. Terlihat keanehan yang terjadi dimana GDP meningkat namun inflasi yang stagnan menandakan ada sesuatu yang tidak sehat di Jepang. Kebutuhan hidup yang tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang menyebabkan kondisi stagflasi.

Mata uang Yen terlihat mengalami penguatan di 2 bulan terakhir yang disebabkan oleh issue geopolitik antara Amerika dengan Korea Utara yang tidak menentu. Kondisi yang sempat memanas membuat investor takut untuk menetapkan dana di Amerika yang dikenal sebagai negara super powernya dan cenderung akan beralih ke negara negara safe Haven yang salah satunya adalah jepang. Di kondisi ini menjadi hal yang sangat tidak mengenakkan bagi jepang dimana penguatan mata uang ini akan menjadi tekanan bagi ekonomi Jepang. Penguatan tersebut kembali akan menekan inflasi, bisa merusak GDP yang sudah meningkat pesat dan kondisi ekspor yang akan dirugikan karena penguatan ini akan mengurangi ekspor jepang. Namun sungguh tidak mungkin jepang menolak investor masuk ke negara tersebut karena jika demikian sama halnya jepang menolak kerjasama dengan negara lain.
Yang diharapkan di masa depan adalah Issue Perang  antara Amerika dan Korea dapat diselesaikan secara negosiasi tanpa menyakiti salah satu pihak. Dengan kondisi tersebut maka JPY cenderung akan kembali lepas dari tekanan akibat  penguatan mata uang dan bisa melanjutkan plan mereka kedepannya untuk mencapai target inflasi 2%. Solusi lain yang saya lihat adalah dengan menambahkan kembali stimulus ke pasar dengan tujuan pelemahan mata uang YEN.
Jika nanti USD menguat baik itu dengan gagalnya perang antara Amerika dan Korea Utara , maupun kenaikan Suku bunga yang rencananya akan dilakukan oleh The FED maka jangka panjang YEN akan kembali melemah ke angka 114, 115 bahkan ke 120.
Namun Andai perang terjadi , atau USD kembali melemah dengan gagalnya kenaikan suku bunganya maka kemungkinan pegerakan penguatan jepang akan menuju ke angka 108, 104, bahkan ke angka 100.

*
Garis hijau adalah Resistance maupun target pergerakan harga
Garis Hijau adalah Support maupun target pergerakan harga



Minggu, 06 Agustus 2017

Insight ReportKu - Analisa & Preview Data Rilis Agustus 7 - 11, 2017

Insight ReportKu - Analisa & Preview Data Rilis Agustus 7 - 11, 2017

Senin, 7 Agustus 2017
Time
Data Rilis
Prev
Forc
02.15 pm
CHF Inflation Rate MoM
- 0.1%
- 0.2%
02.15 pm
CHF Inflation Rate YoY
0.2%
0.2%
Inflation Rate
Merupakan sebuah data yang memberikan informasi mengenai naiknya harga barang dan jasa yang diiring oleh naiknya daya beli secara terus menerus dalam periode waktu tertentu.

Data inflasi merupakan indikator utama yang digunakan Bank Central untuk mengutak atik suku bunga. Inflasi yang cenderung meningkat, cenderung akan memicu Bank Central untuk mengutak atik suku bunga (menaikan suku bunga) yang akhirnya data inflasi yang cenderung meningkat, cenderung akan membuat menguatnya mata uang.

Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi, dimana memberikan informasi mengenai turunnya harga barang dan jasa yang diiringi oleh turunnya daya beli secara terus menerus dalam periode waktu tertetu. Dan angka indeksnya menggunakan angka negatif. Dan untuk menanggulangi deflasi salah satu caranya dengan menurunkan suku bunga, yang cenderung akan berdampak melemahnya mata uang.

Senin 7 Agustus 2017, Switzerland akan merilis data inflasi bulanan dan data inflasi tahunan yang dimana diperkirakan inflasi bulanan akan rilis – 0.2%, dan inflasi tahunan akan rilis 0.2%.
Switzerland Inflation Rate
Berdasarkan dari data bulanan data tersebut mengalami deflasi, dan diperikirakan deflasinya akan membesar dilevel – 0.2%, sedangkan dari data tahunan masih terlihat dalam keadaan inflasi, namun terlihat dalam kondisi menurun. Dan diperkirakan data tahunan inflasi nya cenderung tetap di level 0.2%. dari 2 data tersebut, mata uang CHF cenderung akan melemah dan USDCHF cenderung akan bergerak Bullish.

Rabu, 9 Agustus 2017
Time
Data Rilis
Prev
Forc
02.15 pm
USD Crude Oil Inventories
- 1.5 M
- 1.5 M
Crude Oil Inventories
Merupakan data rilis yang memberikan informasi mengenai stok minyak di Amerika. Data ini cenderung dapat berimbas pada mata uang USDCAD. Amerika merupakan penghasil minyak terbesar di dunia dan juga merupakan pemakai minyak terbesar di dunia, dan sering kali Amerika tidak dapat memenuhi kebutuhan minyaknya sendiri oleh karena itu Amerika harus mengimpor minyak.

Amerika mengimpor minyak dari Canada, sebab Canada merupakan negara penghasil minyak terbesar di dunia dan penghasilan terbesar Canada merupakan dari ekpor minyak. Dan di dukung letak geografis Amerika dan Canada yang cenderung akan menghemat biaya impor minyak dari Canada.

Angka indeks positif, dikatakan surplus. Dimana memberikan gambaran tentang persediaan minyak Amerika banyak dan tidak perlu mengimpor. Sehingga demand terhadap oil turun, dan harga minyak cenderung akan melemah serta mata uang CAD  pun cenderung akan melemah.

Angka indeks negatif, dikatakan defisit. Dimana memberikan gambaran tentang persediaan minyak Amerika habis (kurang) sehingga mengharuskan impor. Sehingga demand terhadap oil naik, dan harga minyak cenderung menguat serta mata uang CAD pun cenderung akan menguat.

OIL Surplus -> Demand Turun -> OIL turun -> CAD Melemah -> USDCAD bullish.
OIL Defisit -> Demand turun -> OIL naik -> CAD Menguat -> USDCAD bearish.
United States Crude Oil Stocks Change
Berdasarkan dari data oil, telihat kondisi terakhir defisit mulai mengecil, yang memberikan gambaran mulai menurunnya jumlah impor oil Amerika. Dan pekan ini diperkirakan data Crude Oil Inventories akan rilis -1.5 M, jika diperhatikan ini cenderung akan rilis sama seperti periode sebelumnya, dan andai rilis sesuai perkiraan atau bahkan defisitnya kembali membesar harga oil cenderung akan menguat dan mata uang CAD cenderung akan menguat yang akhirnya USDCAD cenderung akan bergerak bearish. Namun, jika ternyata rilis di angka positif, ini memberikan gambaran stok oil Amerika kembali banyak yang cenderung tidak perlu impor minyak dan harga oil cenderung akan melemah serta mata uang CAD cenderung akan melemah yang akhirnya USDCAD cenderung akan bergerak bullish.

Kamis, 10 Agustus 2017
Time
Data Rilis
Prev
Forc
04.00 am
NZD Official Cash Rate
1.75%
1.75%
04.00 am
RBNZ Monetary Policy Statment


Official Cash Rate
Merupakan kebijakan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Reserve Bank of New Zealand guna menjaga kestabilan ekonomi. Kebijakan suku bunga dilakukan dalam satu bulan sekali. Beberapa indikator ekonomi yang biasanya digunakan oleh Bank Central dalam mengutak atik suku bunga diantaranya :
1.    Balance of Trade
Merupakan indikator mengenai kondisi ekspor impor. Dimana angka indeks positif dikatakan sebagai kondisi surplus dimana kondisi ini memberikan gambaran kalau kondisi ekspor lebih besar daripada impor. Dan angka indeks negatif dikatakan sebagai kondisi defisit dimana kondisi ini memberikan gambaran kalau kondisi impor lebih besar daripada ekspor. Balance of trade merupakan faktor pendukung dalam membuat kebijakan suku bunga dan motivasi menaikan atau menurunkan suku bunga terletak pada Balance of Trade. dengan kondisi surplus desakan ke Bank Central untuk ‘melemahkan’ mata uang dan dengan kondisi defisit desakan ke Bank Central untuk ‘menguatkan’ mata uang.
New Zealand Balance of Trade
Dari data balance of trade, terlihat trendnya sedang naik dan di tahun 2017 sudah dalam keadaan surplus dimana sebelumnya terlihat dalam keadaan defisit. Melihat kondisi tersebut, data balance of trade cenderung akan memberi desakan pada Reserve Bank of New Zealand untuk ‘melemahkan’ mata uang NZD.

2.    Inflation Rate
Merupakan indikator ekonomi mengenai naiknya harga barang dan jasa yang diiringi oleh meningkatnya daya beli secara terus menerus dalam periode waktu tertentu. Inflasi merupakan faktor pemicu Bank Central dalam mengambil kebijakan tentang suku bunga. Inflasi yang cenderung meningkat, maka akan memicu Bank Central mengambil kebijakan untuk menaikan suku bunga, begitu sebaliknya inflasi yang cenderung menurun, maka akan memicu Bank Central mengambil kebijakan untuk menurunkan suku bunga.
New Zealand Inflation Rate
Melihat dari pertumbuhan inflasi New Zealand, pada kuartal pertama inflasi berada di level 2.2%, pertumbuhan ini pertumbuhan inflasi tertinggi sejak Juli 2014.Namun dalam periode terakhir terlihat terjadi penurunan dan sekarang pertumbuhan inflasi berada di level 1.7%. Dengan melihat kondisi tersebut, belum memicu Bank Central untuk menaikan suku bunganya.

3.     GDP Growth Rate
Merupakan indikator ekonomi mengenai pertumbuhan ekonomi secara terus menerus dalam periode waktu tertentu. Data ini angka indeksnya diharapkan selalu meningkat dan juga data ini menjadi faktor pemicu bagi Bank Central dalam mengutak atik suku bunganya. Angka indeks yang cenderung meningkat, akan memicu Bank Central untuk menaikan suku bunganya, sedangkan angka indeks yang cenderung menurun, akan memicu Bank Central untuk memangkas suku bunganya.
New Zealand GDP Growth Rate
Melihat kondisi pertumbuhan GDP terakhir, sekilas terus menerus mengalami penurunan sejak Januari 2016. Dengan kondisi tersebut, cenderung akan memicu Bank Central untuk memangkas suku bunganya.
Kesimpulannya :
Dengan melihat kondisi ekonomi di New Zealand saat ini suku bunga cenderung akan dipertahankan oleh Reserve Bank of New Zealand pada level 1.75% dengan pontesi mata uang NZD cenderung dilemahkan dikarenakan dari data balance of trade sedang dalam kondisi surplus dan data GDP yang cenderung memberi warning kepada Bank Central untuk segera dibenahi yang nantinya diharapkan melemahnya mata uang NZD data GDP bisa meningkat dari periode sebelumnya.

Jumat, 11 Agustus 2017
Time
Data Rilis
Prev
Forc
07.30 pm
USD Inflation Rate
1.6%
1.7%

Inflation Rate
Merupakan sebuah data yang memberikan informasi mengenai naiknya harga barang dan jasa yang diiring oleh naiknya daya beli secara terus menerus dalam periode waktu tertentu.

Data inflasi merupakan indikator utama yang digunakan Bank Central untuk mengutak atik suku bunga. Inflasi yang cenderung meningkat, cenderung akan memicu Bank Central untuk mengutak atik suku bunga (menaikan suku bunga) yang akhirnya data inflasi yang cenderung meningkat, cenderung akan membuat menguatnya mata uang.
United States Inflation Rate
Dari data inflasi US saat ini, ditahun 2017 dari periode ke periode terus menerus petumbuhan inflasinya mengalami penurunan. Dan diperkirakan pertumbuhan inflasi pekan ini akan meningkat 1,7%, andai sesuai perkiraan artinya terjadi peningkatan pertumbuhan inflasi dari periode sebelumnya yang cenderung akan berimbas menguatnya mata uang USD, dan jika ternyata kembali mengalami penurunan rilis di bawah level 1,6% ataupun 1,5% maka akan berimba melemahnya mata uang USD.

Analisa Teknikal NZDUSD
Berdasarkan Analisa Weekly, trend pair NZDUSD masih dalam keadaan trend bearish.  Level fibonacci 50% dan level resisten 0.75616 yang tidak berhasil di breakout serta munculnya kembali candle bearish, Pekan ini saya cenderung akan mencari posisi sell pada pair NZDUSD dengan catatan mampu breakout support level 0.74023 dengan potensi harga akan bergerak menuju harga 0.72623. dan apabila ternyata level fibonacci 50% dan level resisten 0.75616 mampu di breakout, maka potensial harga akan menuju level resisten berikutnya dilevel 0.77450.


"laporan ini bukan merupakan laporan/catatan trading yang luar biasa. Jadi catatan ini tidak menjamin anda kemudian akan pasti memperoleh keuntungan di tiap transaksi trading anda”.

Regards,
                        
 NovanFR 


REKOMENDASI BROKER KLIK GAMBAR DIBAWAH