Tampilkan postingan dengan label Fundamental. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fundamental. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Cara Prediksi Rilis CPI Inflation

Cara Prediksi Rilis CPI Inflation

Di negara maju tingkat inflasi bisa dianggap sebagai daya beli konsumen. Selain Naiknya harga harga disebabkan oleh banyak sedikitnya permintaan harga juga barang dan jasa juga bisa dipengaruhi oleh kurs mata uang negara tersebut, sehingga nantinya akan pengaruhi daya beli konsumen. Simple nya harga barang dan jasa turun biasanya akan menaikkan daya beli dan sebaliknya jika harga barang dan jasa naik biasanya akan menurunkan daya beli konsumen. 

Di kesempatan ini saya akan share bagaimana prediksi perkiraan hasil rilis CPI atau inflasi dengan menggunakan pergerakan kurs. 

Pergerakan kurs yang kita analisa adalah pergerakan sejak terakhir rilis CPI sampai hari rilis. Misal hari ini rilis CPI Amerika, tanggal 14 September 2017, rilis sebelumnya 11 Agustus 2017. Berarti kita harus cek kurs USD sejak tanggal 11 Agustus sampai 13 Agustus 2017. 



Terlihat di chart Index USD lebih ke arah melemah sejak 11 Agustus..Asumsi saya adalah dengan melemahnya USD ini akan membuat barang dan jasa Amerika akan turun, turunnya harga barang dan jasa ini tentunya akan menaikkan jumlah permintaan dari konsumen. 



Dan hasil rilis hari ini CPI atau inflasi Amerika dirilis naik...Dengan bisa prediksi hasil rilis sebelum rilis kita bisa manfaatkan trading open posisi 1 menit sebelum rilis jadi kita bisa dapatkan pergerakan harga yang besar alias tidak ketinggalan .

Salam by LabForex


Selasa, 04 Juli 2017

Tingkat Inflasi

Tingkat Inflasi

Japan Inflation Rate

United States Inflation Rate


Inflation Rate atau tingkat inflasi adalah gambaran daya beli konsumen, gambar diatas bisa kita lihat bagaimana tingkat daya beli masyarakat Amerika dan masyarakat Japan. ( Diatas level 0% menunjukkan daya beli yang positif sebaliknya di bawah level 0% menunjukkan daya beli yang rendah sekali). 

Daya beli itu sendiri artinya adalah kemampuan konsumen dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik untuk kebutuhan hidup sehari hari maupun kebutuhan persiapan jangka panjang.  
Naiknya daya beli konsumen bisa kita asumsikan bahwa ekonomi si konsumen naik alias konsumen punya uang.  
Apakah dampak naiknya daya beli konsumen ? Banyak sekali karena ini putaran rantai ekonomi.  

Contoh, si Paskuali gajinya naik neh 10% dan hari ini gajian, kemudian si Paskuali beli beras tambahan untuk stok sebulan kedepan, kuatir habis gaji untuk traktirin si Miskuali. Paskuali belanja kewarung beli 100 kilo beras untuk stok sebulan tadi, nah karena paskuali belanja ke warung, pihak warung akan punya masukan omset dari pembelian si Paskuali.  Karena adanya omset penjualan beras tadi, pihak warung akan punya uang lakukan belanja isi warungnya lagi. Ada keuntungan yang didapat oleh pihak warung atas penjualan beras tadi. 

Kemudian pihak warung akan lakukan pemesanan beras lagi dari pihak distributor, nah distributor akan dapat omset juga dari orderan dari pihak warung. Kemudian distributor akan menyampaikan ke kilang beras akan adanya permintaan beras, nah pihak kilang beras akan nambah pemasukan dengan adanya order dari distributor tadi. Kemudian pihak kilang padi tadi akan memesan ke petani untuk kebutuhan padi. Nah petani dapat keuntungan juga dengan adanya pemesanan padi dari kilang padi tadi. 

Karena sudah ada pemasukan dari hasil penjualan padi tadi si petani punya uang untuk beli ikan ke pasar. Nah mau kita sambung lagi? Si penjual ikan akan dapat omset lagi yang akhirnya si nelayan nanti dapat uang juga. Jadi kalau kita teruskan akan panjang tanpa henti, semua lini atau sektor akan kena dampaknya, nah maka disebut sebagai rantai ekonomi, rantai yang identik tidak ada ujung dan pangkalnya.  

Bayangkan jika tadi si Paskuali jadi pengangguran, tidak belanja banyak lagi ke warung untuk keperluan beras, bayangkan penurunan omset omset yang akan dialami oleh pihak pihak lain.  
Nah dari itu sebuah negara itu akan selalu mengusahakan daya beli konsumen itu untuk naik terus. Pihak yang ditugaskan untuk mengatasi daya beli ini akan selalu berusaha untuk menjaga daya beli masyarakatnya tetap naik. Dan tentunya sering pihak terkait itu akan keluarkan kebijakan kebijakan agar daya beli itu naik kembali jika sebelumnya turun.  
Setiap negara itu daya belinya akan selalu beda, karena keadaan ekonomi yang beda beda pula sehingga wajar daya beli juga akan berbeda. Daya beli akan ditunjukkan dalam bentuk persentase seperti dua gambar diatas.  

Setiap negara ( biasanya lembaga khusus seperti Bank Central ) akan lakukan kalkulasi perhitungan daya beli masyarakat , tentunya ada rumusnya tentunya mereka akan berpatokan seperti pada keadaan ekonomi, pendapatan rata rata masyarakat dan lain lain.  
Contoh setelah dikalkulasi, dapat hasilnya bahwa daya beli masyakat 2%. Contoh saja angkanya ya, 2% dalam contoh ini adalah gambaran jika daya beli tercapai menandakan ekonomi masyakat dalam keadaan bagus.  

Kemudian jika setelah hasil kalkulasi ternyata daya beli masih di bawah 2% artinya ada masalah, ada yang mempengaruhi daya beli mengapa tidak sampai 2%.  
Apa kira kira yang mempengaruhi daya beli konsumen/masyarakat ? Ada hanyak hal, bisa karena harga yang naik atau turun, bisa juga karena pasokan dari pihak produsen. Dan lain lain.  

Kemudian pihak terkait ( bank central ) akan mencari alasan mengapa harga harga bisa naik ? Contoh karena nilai mata uangnya menguat sehingga harga harga barang pun jadi naik, sementara gaji belum naik, hanya kurs mata uangnya yang naik. Jelas harga barang naik akan pengaruhi permintaan. Awalnya sepeda motor 13 juta sekarang jadi 16 juta. Bakal banyak yang menunda pembelian sepeda motor.  

Nah jika bank central sudah tahu apa alasan kenaikan harga barang maka akan dikeluarkan sebuah kebijakan, jika tadi kenaikan harga harga barang terjadi karena nilai mata uang yang menguat, maka bank central akan cari kebijakan agar mata uangnya melemah dibanding yang ada saat itu.  

Banyak cara untuk melemahkan mata uang tinggal terapkan saja kebijakan longgar seperti turunkan suku bunga atau perbanyak peredaraan uang, dan masih banyak lagi.  
Dengan nantinya melemahnya mata uangnya diharapkan harga barang akan turun lagi dan baya beli akan naik lagi.  

Tapi bagaimana kalau tadi misal dikalkulasikan daya beli itu 2% ternyata naik terus mencapai 4% ? Bukannya kalau daya beli naik terus itu akan bagus juga ? 
Nah walaupun hal itu bagus secara teori tetapi ada contoh ilustrasi, dengan berat badan sekian, dengan tinggi sekian dengan jenis pekerjaan ini itu, maka si Paskuali normalnya makan itu 1,5 piring nasi dan lauk. Bayangkan jika si Paskuali makan sampai 3 piring , apa kelak yang akan terjadi ? 

Jelas kekenyangan atau berlebihan tidak bagus, paskuali yang makan terlalu banyak akan malah sakit perut. Begitu juga dengan daya beli yang sudah terlalu berlebihan, misal Paskuali karena gajinya naik maka tempat nongkrongnya pun agak naik juga, duit keluarnya juga nambah, belanjanya juga naik, beli ini beli itu , pada suatu saat si Paskuali dipecat karena bolos kerja 3 hari berturut turut. Bisakah Paskuali melanjutkan gaya hidupnya sebelumnya? Sudah kredit ini itu, sekarang dipecat tidak bisa nyicil lagi.  

Nah perlu daya beli itu tidak berlebihan juga. Maka menghindari itu, bank central pun ada kebijakan untuk itu, jika tadinya target daya beli nya 2% dan sekarang sudah lewat 2% maka bank central akan cari cara tuk stop daya beli konsumen yang berlebihan itu. Misal dengan naikin harga barang2 agar berkurang yang beli. Bagaimana cara naikin harga barang2 ? Cukup kuatin nilai mata uangnya jadi otomatis harga harga juga naik. Cara kuatin mata uang bagaimana? Cukup terapkan dengan kebijakan ketat, misal naikin suku bunga, kurangin peredaran uang dan lain lain.  

Conclusion : Dari tingkat inflasi suatu negara dan harus membandingkan dengan target capaian inflasinya ( biasanya di publish pihak bank central untuk target inflasi), kita bisa tahu bagaimana daya beli di negara itu dan bagaimana keadaan ekonomi mereka juga. Dengan mengetahui keadaan inflasinya kita bisa perkirakan kebijakan apa yang akan dikeluarkan oleh bank centralnya. Apakah kebijakan ketat atau longgar ? Misal naikin suku bunga atau turunkan suku bunga atau kucurkan stimulus atau tarik stimulus. Dari kebijakan yang dikeluarkan, jelas akan pengaruhi nilai mata uangnya. Itu bisa jadi peluang trading.  

Private Class Fundamental Labforex 

Senin, 26 Juni 2017

Kelas Edukasi Fundamental Gratis Gelombang 3

Kelas Edukasi Fundamental Gratis Gelombang 3

3 Juli 2017..Kelas edukasi Fundamental Gelombang ke 3 akan dimulai lagi...Silahkan daftarkan diri ada... Term & Condition : - Gratis - Tunjukkan Akun XM anda yang ada di bawah Ib www.ditoforex.com ( Deposit Tidak Harus ). - Yang Tidak aktif di kelas akan di kick dari kelas - Mentor ada 3 orang - 5 Siswa terbaik akan dihajar untuk lebih expert lagi.. Pendaftaran bisa lewat Telegram saja ( silahkan download aplikasi telegram anda). Cari di kolom pencarian kata @LabForex kemudian sapa saya..

Senin, 12 Juni 2017

Jumat, 25 November 2016

Apa Saja Rilis Top Impact Fundamental Forex ??

Apa Saja Rilis Top Impact Fundamental Forex ??


Artikel ini juga saya tulis di website Investing.com klik >> Disini

Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan tampilan halaman http://id.investing.com/economic-calendar/ . atau forexfactory.com, Halaman kalender rilis indikator ekonomi dari banyak negara. Halaman ini menyampaikan informasi kepada kita hasil rilis dari indikator ekonomi yang bisa pengaruhi nilai mata uang sebuah negara. Pelaku pasar melihat hasil rilis kemudian lakukan aksi jual atau beli mata uang sehingga mempengaruhi nilai mata uang.

Pertanyaannya :
1. Apakah semua rilis indikator ekonomi tersebut dijadikan acuan open posisi jual beli oleh para pelaku pasar ? 
2. Apakah semua rilis indikator ekonomi tersebut dampaknya sama besar ?

Untuk menjawab pertanyaan diatas saya jelaskan sedikit, saya buat sebuah ilustrasi, sama seperti makanan, makanan mayoritas akan membuat kita kenyang, tetapi walau kita bisa kenyang apakah semua makanan ini gizi untuk tubuh kita sama ? Samakah gizi makan nasi dibanding makan roti ?

Tentunya tidak sama, gizi makan nasi jauh lebih besar dibanding makan roti walau kedua makanan ini sama sama membuat kita kenyang.

Begitu juga rilis indikator ekonomi sebuah negara, sejatinya semua rilis indikator ekonomi itu berdampak terhadap mata uang, tetapi dampaknya yang berbeda, ada yang besar ada yang sedang bahkan ada yang kecil dampaknya.

Indikator ekonomi yang mana termasuk yang berdampak besar, sedang dan kecil ?

Mungkin anda akan menjawab cukup lihat tanda di website rilis kalender ekonomi, Jika merah ( yang bertanda 3 bintang ) adalah yang berdampak besar, yang berwarna orange ( yang bertanda 2 bintang ) adalah yang berdampak sedang, yang berwarna kuning ( yang bertanda 1 bintang ) adalah yang berdampak kecil.

Mayoritas trader hanya mengetahui sampai itu saja. Dan akhirnya banyak yang terjebak dengan hal tersebut, contoh ada rilis yang bertanda 3 bintang ( yang berwarna merah ) yang dianggap hasil rilisnya mempunyai dampak besar terhadap pergerakan pasar, ternyata setelah rilis pasar tidak bergerak sesuai harapan, pasar seperti tidak merespon hasil rilis indikator ekonomi yang bertanda bintang 3 ( yang berwarna merah ).Market bergerak biasa saja seolah tidak ada rilis indikator ekonomi.  Trader sudah terlanjur open posisi karena rilis tersebut dan akhirnya akan terjebak yang bisa membawa posisi trading kearah rugi.

Apakah ada yang salah dalam pengelompokan dampak rilis indikator ekonomi selama ini ?

Tidak ada yang salah tetapi perubahan waktu bisa mengubah segalanya. Contoh, dulu rilis perumahan dari Amerika Serikat berdampak besar terhadap pasar mata uang, pergerakan pasar besar saat rilis perumahan dari Amerika . Tetapi beberapa tahun terakhir ini rilis perumahan dari Amerika Serikat sudah tidak punya dampak besar lagi terhadap pergerakan pasar mata uang.

Artinya perubahan dampak fundamental terhadap pasar mata uang itu bisa berubah seiring perjalanan waktu. Amerika Serikat saat ini menjadi nomor satu dunia dalam hal ekonomi dan tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat akan menjadi nomor dua. Semua bisa berubah.

Untuk saat ini bagaimana perubahan pengelompokan dampak dari rilis indikator ekonomi terhadap pasar mata uang ?

Saya sebagai trader yang mayoritas trading open posisi dengan acuan fundamental ( trader fundamental ) dalam satu tahun terakhir lakukan pengamatan hasil rilis indikator ekonomi ( rilis fundamental ) dan dampaknya di pasar mata uang maka saya lakukan pengelompokan ulang dari pengelompokan yang sudah ada selama ini.

Saya bagi menjadi 3 kelompok :
1. Top Impact
2. Medium Impact
3. Low Impact


1. Top Impact
Rilis Pada kelompok Top Impact:

-      - Rilis dari Bank Central , ( Suku Bunga, Kebijakan Moneter ), Pidato pejabat bank central, isu kebijakan dari bank central. ( Contoh kecil isu kenaikan atau penurunan suku bunga sebuah bank central )
-     -  Isu  tidak terduga menyangkut keamanan, ekonomi, politik.
-      - Gangguan yang sedang terjadi ( tidak isu lagi ) menyangkut keamanan ( rusuh,perang karena banyak hal termasuk karena alasan politik, dan lain lain ), krisis ekonomi, Bencana alam.

2. Medium Impact Rilis indikator ekonomi Seperti :
-     - Rilis GDP Sesi pertama disetiap kwartalnya
-      - Tingkat Tenaga kerja dan tingkat Pengangguran
-      - Trade Balance / Neraca perdagangan
-      - Sektor Manufaktur
-      - Sektor Retail
-      - Sektor Produksi Industri
-      - Hasil Survey
-      - Gaji

3. Low Impact
Diluar rilis top impact dan medium impact saya kelompokkan kedalam Low Impact.


Jadi saya biasanya akan fokus open posisi trading saat rilis dari Top Impact. Saya menjadikan rilis Top Impact sebagai acuan open posisi dalam trading. Karena pergerakan pasar mata uang selalu besar saat rilis dari kelompok Top Impact ini dan juga dampaknya bisa jangka panjang, jadi kita bisa memaksimalkan hasil dalam trading. Arah pergerakan pasar bisa kita baca lebih jauh kedepan.

Saya akan menggunakan hasil rilis yang dikelompok medium impact untuk menganalisa perkiraan kebijakan yang dikeluarkan oleh bank central. Dan ini akan memberikan kita informasi kebijakan apa yang akan diambil oleh pihak bank central.

Contoh, ketika hasil rilis indikator ekonomi sebuah negara dimana GDP menurun secara terus menerus, tingkat pengangguran meningkat, tingkat tenaga kerja menurun, tingkat inflasi rendah, defisit neraca perdagangan, dengan gambaran ini kita sudah punya gambaran bahwa bank central negara tersebut tidak akan menaikkan suku bunga dan cenderung akan menurunkan suku bunga, tentunya kita harus tahu dampak jika suku bunga diturunkan dan dampaknya terhadap mata uang negara tersebut, tentunya melemah. Jika sudah tahu kondisi seperti ini tentunya kita sudah lebih dekat dengan keuntungan dalam trading.

Kesimpulan :
-      - Fokus pada rilis rilis Top Impact
-      - Gunakan hasil rilis Medium Impact dan Low Impact untuk menganalisa perkiraan kebijakan yang akan diambil oleh pihak bank central.
-      - Open posisi hanya pada saat rilis Top Impact
Catatan Saran :
- Pelajari rilis rilis dari bank central dan dampaknya terhadap mata uang.

Jika ada waktu akan saya tulis lagi rilis rilis dari bank central dan dampaknya terhadap mata uang.

Salam by Labforex


REKOMENDASI BROKER KLIK GAMBAR DIBAWAH